Sebuah halaman yang hilang, dimana dia menyembunyikan perasaannya

eh taukah kamu…
apa yang bisa bersembunyi di balik jaring laba laba itu

“sebuah halaman¬†yang hilang, dimana dia menyembunyikan perasaannya”
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

sejak kapan dan dimana ini bermula akupun tidak tau.
di sebuah kampus, tanpa sadar aku mulai mengenalnya.
iya aku mulai mengenalnya, lebih dekat dan lebih dekat.
dan bahkan aku tidak tahu perasaan apa ini.
hingga suatu hari dia berkata
“Aku mungkin menulis tentangmu di suatu tempat, dapatkah kamu menemukanya…?”
diriku terdiam sejenak, ada perasaan senang dan penasaran di hatiku
“kamu ini ada ada saja”, jawabku
dan mulai saat itu aku berusaha mencari halaman itu, tempat itu.
walau halaman itu tidak pernah aku temukan.
“ah kamu tho ru”, tanyaku pada kawan dekatku saat kami bertemu di suatu sore.
“yooo.. kenapa kok seperti sedang ada masalah”, jawabnya sambil tertawa tidak jelas.
Dan kami mulai berdiskusi tentang halaman itu, dimana aku berusaha mencari dan terus mencari tetapi tidak pernah kutemukan,
“tau kah kamu di mana itu?…”tanyaku sambil memandang temanku dengan serius.
“mungkin, apakah kita mau taruhan untuk menemukanya terlebih dahulu” jawabnya sambil senyum senyum.
“hem….” gumanku.
akhirnya dia mau membantuku mencarinya dengan syarat yang sedikit aneh.
“dasar kamu itu ru”, kataku sembari melangkah pergi.

Temanku itu memang aneh orangnya, Tetapi dia orang yang baik di balik sifat cuek dan eksentriknya itu.
sampai suatu siang.

“aku sudah tau dimana itu he he he, mau tidak?” kata ru padaku.
“hem……..”, kataku.
Dan dia mulai mengoceh tentang hal yang menjengkelkan,
“itu seperti peri yang cantik terjebak di antara jaring laba laba ha ha ha ha”, kata ru sambil tertawa.
“kamu pasti penasaran kan..”, lanjut dia
“tidak aku akan mencarinya sendiri saja, toh aku bisa bertanya kepadanya”, jawabku
“terserah kamu lah”, jawab ru sambil mengakhiri percakapan dan berjalan pergi.
Sampai sekarang aku masih sedikit penasaran dengan apa yang dia tulis.

“sudah aku hapus”, katanya di sore yang indah
“kenapa? akupun belum sempat menemukannya”, jawabku.
“sekarang halaman itu sudah tidak penting,
karena aku akan selalu di sampingmu”, sambil menggenggam tanganku.
kami pun mulai berjalan menyusuri jalan sepanjang kampus dengan sebuah senyum.

Mungkin kini halaman itu telah hilang, dan bukankah yang terpenting bukan apa yang telah hilang
tetapi apa yang akan kami raih bersama, mengisi sebuah halaman baru yang bertintakan “cinta”

cancan
2015

nb : buat temenku yang merasa he he he kapan kita kumpul lagi

Mari ngo-Prol

Tadi malam setelah baca plurk-nya mas wejick tentang koprol.com, saya iseng iseng daftar.  Yups koprol sebuah jejaring pertemanan yang unix dan menarik serta buatan Indonesia gitu loh..

Setelah mendaftar dan maen maen dengan koprol, add sana sini, posting ini itu :D. kesannya koprol is roxxx. jadi kalau ada yang punya koprol saya di add ya “rawruin”